Senin, 09 Januari 2017

Qilat : Layanan Internet Satelit Ku-Band Yang Berambisi Ingin Mewujudkan Internet di Seluruh Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, seperti yang dilansir oleh beberapa sumber seperti countryranker.com dan mapsofworld.com. Terdapat sekitar 17.508 – 18.306 pulau yang tercatat berada di wilayah Indonesia. 

Berdasarkan catatan Departemen Dalam Negeri pada tahun 2004 dan LAPAN (Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional) pada tahun 2002, terdapat sekitar 7.800 - 8.844 pulau yang telah diberikan nama dan ada sekitar 6.000 pulau yang dapat dihuni. 
Gambar 1 Peta Indonesia

Banyaknya pulau ini ternyata selain memberikan sebuah predikat yang baik bagi Indonesia, juga membawa masalah yang cukup besar dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi internet yang merata di Indonesia. 

Telekomunikasi itu penting, berkat adanya infrastruktur telekomunikasi internet di kota-kota besar, informasi dapat diperoleh dengan mudah. Komunikasi antar pulau bisa lebih murah dengan adanya internet, usaha-usaha kecil hingga menengah sangat merasakan manfaat digitalisasi pada bisnisnya. 

Ini berarti internet merupakan salah satu elemen penting yang seharusnya juga tersedia bagi penduduk-penduduk di pulau-pulau terpencil. Penduduk terpencil pun seharusnya difasilitasi karena merekapun dapat merasakan manfaatnya. Sebagai sarana hiburan, informasi penting dan terkini, pendidikan, dan terutama sebagai sarana pemasaran UKM-UKM di daerah. 

Namun untuk pengadaan internet dengan fiber optik diseluruh Indonesia memang akan memakan waktu yang luar biasa lama. Ditambah dengan biayanya yang juga luar biasa mahal untuk pemasangan kabel fiber optik dibawah laut. Jadi rasanya jangan berharap agar kabel fiber optik bisa terpasang di seluruh Indonesia dalam waktu dekat. 

Koneksi Internet Satelit
Salah satu solusi yang dapat memberikan koneksi di tempat-tempat terpencil adalah internet satelit. Apa itu internet satelit? Kalau anda belum pernah dengar, silahkan dicek artikelnya. Singkatnya internet satelit itu adalah koneksi internet via satelit. Jadi data anda dipantulkan ke satelit dulu. Koneksi ini menggunakan perangat parabola atau yang lebih dikenal dengan nama VSAT (Very Small Aperture Terminal). 

Memang harganya tergolong mahal dibandingkan dengan provider-provider Internet via fiber optik di Indonesia. Ditambah lagi, koneksinya yang lebih lambat dibandingkan fiber optik. Lantas kenapa internet satelit itu masih digunakan?

Faktanya sangat banyak sekali permintaan calon pelanggan internet khususnya dari bagian timur Indonesia. Seperti dilansir oleh digital marketing manager Qilat.id, Bram Priambodo, bahwa setiap bulannya terdapat kurang lebih 40-50 orang yang ingin berlangganan internet satelit dan menghubungi Qilat.id. Datangnya permintaan ini, lebih dari 80% datangnya dari Indonesia timur. Dan rata-rata internet satelit ini digunakan oleh para pelanggan untuk sosial media, jualan online, email, streaming Youtube, dan chatting di handphone. 

Ini berarti warga Indonesia di bagian timur (khususnya Maluku, Sulawesi & Papua) pun sangat paham betapa bermanfaatnya koneksi internet pada kehidupan mereka. Sehingga jalan satu-satunya yang dapat ditempuh untuk dapat menikmati koneksi internet adalah menggunakan internet satelit.

Gambar 2 Koneksi Internet Satelit
Karena karakteristik dari VSAT sendiri yang sangat mudah instalasinya, dan dapat dipasang dimana saja asalkan antenanya bisa mengarah ke langit. 

Qilat.id Melayani Internet Satelit Untuk Indonesia

Sebelumnya, provider internet satelit jarang sekali ditemui di Internet. Kalaupun ada, biasanya websitenya kurang ramah terhadap user karena membingungkan atau informasinya tidak jelas, bahkan ada yang pricing-nya seperti asal tembak. PT. Spacenet Indonesia melihat celah pada pasar internet via satelit ini, lalu membangun sebuah website yang ramah pengguna. Websitenya diberi nama Qilat.id dengan harapan nanti layanan internet satelitnya bisa secepat kilat.
Gambar 3 Internet Satelit Qilat
Berambisi untuk memberikan koneksi internet ke seluruh pelosok Indonesia, Qilat.id memberikan beberapa layanan koneksi internet satelit Ku-Band yang cukup terjangkau bagi kalangan menengah keatas hingga korporasi besar. “Memang untuk sementara ini tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan karena harganya yang masih terlalu mahal.” Ujar CEO Qilat.id. Harga yang ditawarkan oleh Qilat berkisar dari 3 juta rupiah hingga 9.4 juta rupiah. Mahalnya harga berlangganan ini disebabkan oleh biaya penyewaan transponder satelit yang memang tergolong sangat mahal. 

CEO Qilat.id Raden Agung Mulyono berpendapat, bahwa seandainya Qilat.id mendapatkan investor yang berani menanam modal hingga 9  digit U.S Dollar maka seluruh Indonesia akan mendapatkan koneksi internet dimanapun, kapanpun, dengan kecepatan sekelas fiber optik. Tentunya dengan harga yang sangat murah dan bersaing dengan fiber optik. Ini dapat dicapai dengan memanfaatkan internet satelit Ka-Band. Beliau berharap bahwa pemerintah dapat membantu masyarakat mendapatkan koneksi internet di tiap pelosok dengan mendukung visinya tersebut.

1 komentar so far

Saya baru tau ada provider internet via satelit, maju terus Qilat!


EmoticonEmoticon